Terbaru - Disclaimer - Privacy Policy - Contact Us - Daftar Isi

Bahaya Bahan Pewarna Pada Makanan

Bookmark and Share
Bahaya bahan pewarna pada makanan - Bahan pewarna dalam makanan dapat dikelompokkan menjadi 2  jenis. jenis pewarna pada makanan; alami dan sintetis (buatan). pewarna alami biasanya berupa extrak tumbuhan atau mikroba seperti klorophil (warna hijau) dari tumbuhan suji dan pandan, karoten (jingga) dari wortel, curcume (kuning) dari kunyit, karamel (coklat gelap) dari hidrolisis karbihidrat dan gula pasir. Pewarna alami aman dikomsumsi tetapi kelemahannya warnanya sering tidak stabil dan kurang pekat.

Kedua, pewarna buatan atau sintetis yang terbuat dari bahan kimia seperti tartrazin untuk warna kuning, bliliant blue untuk warna biru, alura red untuk warna merah. Meski aman dalam takran tertentu, namun sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan terus menerus.

Ada juga jenis pewarna yang di larang di gunakan sebagai pewarna makanan. Misalnya Rhodamin B dan Metanil yellow. Kedua bahan tersebut adalah bahan pewarna textil namun sering di gunakan dalam makanan. pada hasil uji coba binatang , zat ini mengakibatkan kerusakn yang cukup parah, utamanya adalah hati, ginjal, dan limpa. Untuk produk pabrikan berijin resmi dari dep Kes penggunanan pewarna sudah di atur dan di kontrol. Namun pada produk olahan tangan masih rawan menggunakan pewarna berbahaya. Jangan mudah tertarik dengan warna menyala pada syrup pemanis es buah, gulali, saos, Warna cerah pada krupuk dan lainnya. Sebaiknya kita hindarkan anak-anak dari jajanan dengan warna menyala demi kesehatan kita dan keluarga.


Materi Pelajaran Terkait: